feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

Songs n Sermons |

[RENUNGAN HARIAN]Tetap Bertekun

 

TETAP BERTEKUN

 

Bacaan : Yakobus 5:7-11

Setahun: Keluaran 1-4

Nats: Sesungguhnya kita menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka

yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan

Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan

Tuhan baginya (Yakobus 5:11)

 

Agatha Christie adalah penulis cerita misteri terkenal di dunia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lima buku pertama yang ia tulis gagal total. Tidak laku. Menghadapi kegagalan tersebut, Christie tidak putus asa. Ia bertekad untuk menulis lagi sambil belajar dari kegagalannya. Hasilnya? Buku keenamnya mendapat sambutan luar biasa. Sejak saat itu Christie sukses. Ia pun bertekad untuk terus menulis. Minimal satu buku dalam setahun. Ketekunannya tersebut mendorongnya menjadi penulis produktif. Ia berhasil menulis 66 cerita misteri, ditambah 6 novel, dan banyak cerita pendek.

 

Kerja keras yang kita lakukan biasanya tidak langsung memberi hasil seperti yang kita harapkan. Inilah nasihat Yakobus kepada umat Tuhan yang telah berusaha keras hidup kudus. Dengan melakukannya, mereka berharap Tuhan akan datang segera. Namun ternyata tidak. Mereka pun menjadi jemu dan patah semangat. Yakobus mengingatkan bahwa kerja keras kita harus dibarengi dengan ketekunan. Seorang petani, misalnya, tidak cukup hanya bekerja keras merawat tanamannya tiap hari. Ia harus sabar dan bertekun; menunggu sampai hujan turun dan musim panen tiba (ayat 7). Tanpa ketekunan, ia akan menjadi jemu bahkan berhenti bekerja sebelum panen tiba. Sudah keburu patah semangat melihat tanamannya tak kunjung berbuah.

 

Apakah Anda tengah berjuang mengatasi sifat buruk? Ataukah Anda tengah bekerja keras untuk mencapai target tertentu dalam pekerjaan? Jangan mundur jika hasilnya belum tampak seperti yang Anda harapkan. Bertekunlah sambil menantikan pertolongan Tuhan -JTI

 

BANYAK ORANG GAGAL BUKAN KARENA KURANG KEMAMPUAN

MELAINKAN KARENA KURANG KETEKUNAN

_______________________________________________

Yakobus 5:7-11

7  Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

8  Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena  kedatangan Tuhan sudah dekat!

9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

10  Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.





[RENUNGAN HARIAN]Sikap Hati

 

SIKAP HATI

 

Bacaan : Yunus 4

Setahun: Ayub 38-42

Nats: Jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan

kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan

dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus (1 Petrus 4:11)

 

Perbedaan antara melayani Tuhan dan melayani diri sendiri sangatlah tipis.  Kita bisa saja memakai alasan melayani Tuhan, tetapi sebenarnya kita tengah melayani kepentingan dan kepuasan diri sendiri. Salah satu cara untuk menguji hal tersebut adalah dengan melihat respons yang kita berikan tatkala pelayanan kita tidak dihargai oleh orang lain, atau tatkala pendapat dan keinginan kita dalam pelayanan tidak diterima. Apabila respons kita adalah marah, bahkan sampai mengundurkan diri dari pelayanan, itu berarti kita tidak sedang melayani Tuhan tetapi melayani diri sendiri.

 

Salah seorang tokoh Alkitab yang pernah bersikap demikian adalah Yunus. Yunus marah tatkala melihat bahwa apa yang Tuhan lakukan ternyata tidak sesuai dengan keinginan dirinya (ayat 1). Yunus kecewa tatkala Tuhan mau mengampuni Niniwe, musuh besar bangsa Israel ketika itu. Akan tetapi, Tuhan tidak membiarkan Yunus terus menerus larut dalam kemarahannya. Tuhan menghibur dan mengubah sikap hati Yunus melalui tumbuh dan matinya sebuah pohon jarak. Tuhan mengajarkan bahwa yang seharusnya Yunus layani adalah keinginan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Niniwe. Bukan keinginan hati Yunus yang menghendaki agar bangsa itu dihukum saja. Sikap hati yang lebih mementingkan keinginan Tuhanlah yang seharusnya dimiliki oleh setiap hamba-Nya.

 

Salah satu kesalahan yang kerap dihadapi para pelayan Tuhan adalah tatkala ia tidak lagi bisa membedakan mana keinginan Tuhan dan mana keinginan diri sendiri. Oleh sebab itu, marilah kita berubah. Milikilah sikap hati yang benar -RY

 

MELAYANI BERARTI MENGERJAKAN URUSAN TUHAN

BUKAN URUSAN KITA

__________________________________________

 Yunus 4

1. Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

2  Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah  telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku  tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

3  Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."

4  Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"

5. Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

6  Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

7  Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak  itu, sehingga layu.

8  Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."

9  Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

10  Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

11  Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"





Silahkan bercermin pada Mr Peng




 

 


Masih ada yang berani bilang hidup ini berat??

Silahkan bercermin pada Mr Pheng..

Setelah itu ucapkan sekali lagi..

 

 

 

 

Something to inspire us that LIFE MUST GOES ON 

 

See a sort of inexplicable enthusiasm, firm confidence and indomitable tenacity in his face?! Marvelous?! For people who make themselves in distress because of futile, frivolous and trivial reasons? Let's see him and l earn myriad lessons from him?!

Miracle Man Walks Again
 
Monday, July 9, 2007
He survived against all the odds; now Peng Shu Lin has astounded doctors by learning to walk again.


FunAndFunOnly  (www.mails4u.net.tc) - SridhaR

When his body ! was cut in two by a lorry in 1995, it was little short of a medical miracle that he lived. It took a team of more than 20 doctors to save his life. Skin was grafted from his head to seal his torso? But the legless Mr Peng was left only 78cm (2ft 6in) tall.

Bedridden for years, doctors in Chin a had little hope that he would ever be able to live anything like a normal life again. But recently, he began exercising his arms, building up the strength to carry out everyday chores such as washing his face and brushing his teeth.
 

FunAndFunOnly (www.mails4u.net.tc) - SridhaR

Doctors at the China Rehabilitation Research Centre in Beijing found out about Mr Peng's plight late last year and devised a plan to get him up walking again. They came up with an ingenious way to allow him to walk on his own, creating a sophisticated egg cup-like casing to hold his body with two bionic legs attached to it.

He has been taking his first steps around the centre with the aid of his specially adapted legs and a resized walking frame. Mr Peng, who has to learn how to walk again, is said to be delighted with the device. What a Self Confidence! Great!







Jepang dan filosofi hidup yang mendarah daging

 

 

Jepang, Paling Sekuler?

Marolop Simanullang - Tokyo


*) Jepang dan filosofi hidup yang mendarah daging

Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling sekular di dunia. Walaupun banyak penduduk Jepang yang mengikuti ajaran agama Buddha atau Shinto, namun lebih banyak lagi yang tidak peduli sama sekali dengan agama.
 

 

 
Beberapa waktu yang lampau (emang udah lampau sih karena udah lamaaa… :-D), dalam sebuah farewell party di asrama, aku bertemu dengan teman-teman satu asrama yang tinggal satu lantai denganku (ya jelas dong, wong farewell party-nya diadakan di lantai dimana kami tinggal dan memang diperuntukkan buat tiga mahasiswa yang akan meninggalkan asrama kami dan tadinya mereka tinggal satu lantai dengan kami, hehehe…). Hampir semua teman-teman yang tinggal di lantai kami, lantai 9, datang ke farewell party tersebut. Tiga di antara yang hadir adalah Resident Assistant, alias orang-orang yang diberi tugas oleh asrama membantu para penghuni kamar lainnya, misalnya membantu mengurus segala administrasi tinggal ketika kali pertama tiba di Jepang. Mungkin istilah yang dikenal oleh orang Indonesia adalah tutor, walaupun menurutku istilah ini kurang tepat juga, soalnya mereka ga ngajarin mengenai sesuatu koq, hanya membantu, hanya rada kejam aja kan kalau disebut pembantu, hehehe…
Aku ngobrol dengan dua teman cowok asal Macedonia dan Jepang. Obrolan kami ngalor-ngidul dan tiba-tiba nyerempet ke masalah agama. Awalnya sih karena teman Macedoniaku cerita kalau dia pernah tinggal serumah dengan seorang wanita Russia padahal mereka belum married. Dia bilang sih itu hal normal di negaranya. Termasuk orang-orang yang mengaku percaya Tuhan. Terus aku nanya ke teman Macedoniaku: “Do you believe in God?” Dia menjawab:” I believe in God, but God whom I believe is different with God whom you believe.
Aku sih enggak bertanya lebih jauh bedanya dimana, tapi aku bisa simpulkan apa yang dia maksud karena obrolan kami masih terus berlanjut, hehehe… Terus, aku nanya juga ke teman Jepang: “Do you believe in God?” Teman Jepangku menjawab: “No, I don’t believe in God”. Yang membuat aku heran adalah sebelumnya selama kami ngobrol-ngobrol, nada suara temanku ini biasa-biasa aja, tapi waktu menjawab pertanyaanku nada suaranya meninggi dan semua teman-teman yang berada di lounge dimana kami mengadakan farewell party menjadi terdiam dan melihat ke arah dia.
Seorang teman wanita dari Bangladesh yang banyak membantuku mengenal lingkungan sekitar asrama ketika pertama kali tiba di Jepang, dan untuk dia juga salah satunya farewell party ini, bertanya ke kami bertiga: “What are you discussing about?” Teman Macedonia menjawab: “We’re discussing about whether you believe in God or not”. Teman Bangladeshku kemudian berkata: “Okay, I want to ask you all one by one. Start from you.” Dia menunjuk ke temanku si cowok Jepang. Jawabannya ya jelas sama dengan jawaban dia ke aku, dia ga percaya sama Tuhan. Dia konsisten, hehehe… Giliranku tiba: “I do believe in God.” Sebagian besar mereka sebenarnya sih udah pada tahu koq kalau aku orang Kristen walau berasal dari Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Sewaktu tiba giliran dua orang temanku cewek yang juga orang Jepang, mereka berdua punya jawaban serupa: “I don’t believe in God.”
Ya emang ga salah lagi sih, orang-orang Jepang kebanyakan ga peduli dengan urusan agama, alias urusan kepercayaan sama Tuhan.
Sebenarnya aku sendiri sih belum tahu juga apakah teman-teman Jepangku ini digolongkan “atheist” atau “agnostic”, soalnya walaupun mereka bilang mereka ga percaya sama Tuhan, pas aku bilang ke temanku si cowok Jepang bahwa pasti ada alasan di balik penciptaan alam semesta dan ada sebuah kekuatan di belakang penciptaan itu, dia malah bilang: “Yes, I agree with you.” Aneh kan ??? Memang aneh koq, aku juga enggak ngerti maksud dia apa :-p.
 

 
Aku masih ingat di akhir bulan November 2008 lalu aku melihat sebuah pohon Natal besar dipasang di depan sebuah mall besar di dekat asramaku. Minggu depannya, tanggal 6 Desember, professor di lab mengundang kami merayakan Natal di rumahnya. Di rumah professor, aku melihat sebuah pohon Natal yang ukurannya lumayan besar kalau dibandingkan dengan ukuran pohon Natal di rumahku di Medan, lengkap dengan hiasan Natal dan bintang di puncak pohon.
Sebelum kami menikmati makan malam, professor lab menyampaikan salam Natal buat kami semua: “Merry Christmas”. Bukan hanya professor lab yang mengundang merayakan Natal, tapi banyak banget aku lihat undangan-undangan untuk merayakan Natal entah dari kampus, dari asrama dimana aku tinggal, dari asrama dimana orang lain tinggal, dan dari teman-teman asing, termasuk teman-teman Jepang tentunya. Bahkan tadi, pas aku jalan-jalan sendirian ke mall, pohon Natal berwarna putih yang tinggi banget, mungkin sama tingginya dengan pohon Natal yang dicuri Mr. Bean dari tengah kota, masih menghiasi mall tersebut. Di luar mall, masih ada pohon Natal berwarna hijau lengkap dengan hiasannya dan di sebelahnya, ada band yang sedang manggung.
Begitulah di Jepang. Orang-orang merayakan Natal karena mengikuti tradisi perayaan Natal di negara-negara Barat tanpa mengerti makna Natal itu sendiri. Bisa jadi sih, orang-orang Barat yang tinggal di Jepang yang pertama kali memulai perayaan Natal di Jepang hingga pada akhirnya orang-orang Jepang sendiri tetap memelihara tradisi tersebut. Tapi, justru di situlah salah satu sisi kehidupan di negeri Sakura yang menarik buatku.
 



Tanggal 25 Desember pun tiba dan aku diundang untuk merayakan Natal di rumah salah seorang jemaat gereja. Aku bergereja di gereja berbahasa Indonesia + Jepang. Mayoritas jemaatnya sebenarnya adalah orang-orang Indonesia , tapi karena ada juga beberapa orang Jepang, jadilah dua bahasa di gereja itu, tapi tentu saja, bahasa Indonesia mendominasi :-D. Selesai mengikuti Natal , aku pulang bareng teman-teman menuju stasiun kereta listrik terdekat. Di tengah perjalanan, aku ngobrol-ngobrol dengan teman asal Manado yang sudah menjadi Bapak dan sekarang bekerja di sebuah pabrik di Jepang. Tentu saja dia sudah jauh lebih lama tinggal di Jepang daripada aku dan sudah lebih memahami gaya hidup orang Jepang, termasuk bahasa Jepang dan gaya bekerjanya orang Jepang. Temanku ini bercerita mengenai filosofi kerja orang Jepang. Buat orang Jepang, bekerja lebih dari sebuah bekerja. Pekerjaan yang dalam bahasa Jepang-nya disebut “shigoto (???)” ternyata artinya lebih dari sebuah pekerjaan.

Orang-orang Jepang mengartikan “pekerjaan” sebagai sebuah “pelayanan kepada orang lain”. Filosofinya mirip banget dengan filosofi kerja yang diajarin oleh pemimpin cell group-ku ke aku pas aku masih di Bandung . Filosofi bekerja bagi orang-orang Jepang sangat dalam. Itulah mengapa orang-orang Jepang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya, atau yang dalam bahasa kita mereka “sangat profesional” dalam pekerjaannya. Prinsip mereka adalah:”Aku melayani Anda sebaik-baiknya dan aku tidak akan dapat hidup tanpa Anda, karena dengan melayani Anda aku bisa hidup”.
Satu hal lain yang baru aku sadari adalah ternyata ada filosofi yang dalam di balik huruf kanji Jepang untuk menyatakan orang (dalam bahasa Jepang orang disebut “hito dan huruf kanji untuk hito ini adalah seperti yang ini ?). Kalau kita perhatikan huruf kanji yang satu ini, ada dua garis yang keduanya saling menopang. Coba kita bayangkan deh kalau kita punya dua tiang lalu kita bentuk seperti kanji ini. Ga sulit, kan ? Tapi, kalau satu tiang diambil, tiang yang satunya lagi pasti roboh. Kalau masih tetap berdiri, aku pastikan aku menjadi orang yang buru-buru kabur karena pasti ada apa-apanya, hehehe (ga ding, bercanda, aku pasti menjadi orang pertama yang menelitinya, hahaha…).
Eh, sudah bisa nebak apa yang kira-kira akan aku sampaikan? Ya betul. Orang-orang Jepang menganggap bahwa hidup itu tidak bisa sendirian. “Aku tidak bisa apa-apa tanpa ada orang lain, makanya aku bekerja untuk melayani Anda sebaik mungkin karena aku membutuhkan Anda”, itulah filosofi yang tertanam dalam diri setiap orang Jepang. Maka ga heran juga kalau kita pernah dengar apabila 10 fisikawan Jepang diadu dengan 10 fisikawan Amerika, misalnya untuk merancang sesuatu, maka pasti 10 ilmuwan Jepang akan menang. Tapi, kalau diadu satu lawan satu, ilmuwan Jepang pasti “keok”. Aku pernah baca artikel tentang hal ini, tapi lupa euy baca dimana :-p, kalau ada yang tahu, kasitahu ya :-).
 

 
Aku menjadi ingat pas Christmas party di rumah professor lab-ku. Beliau melayani kami para tamunya dengan penuh kerendahan hati. Beliau memotong-motong daging, menyendoki daging dan nasi ke piring kami masing-masing. Ck, ck, ck… Aku langsung mikir: “Professor di Indonesia mau ga ya berbuat seperti ini?” Aku yakin kalau professorku itu juga punya filosofi “melayani” dalam dirinya. Filosofi “bekerja untuk melayani orang lain” itulah yang menjadi filosofi orang-orang Jepang dalam bekerja. Mereka sangat serius bekerja. Ga jarang aku melihat di kereta orang-orang Jepang baru pulang kerja jam 10 malam, padahal aku barusan pulang berpesta, hehehe… Dedikasi dalam bekerja itu terpancar dari kedisiplinan mereka. Ga jarang kita lihat kalau orang-orang Jepang berlari-lari untuk mengejar kereta karena mereka takut telat. Makanya hati-hati kalau bikin janji sama orang Jepang. Kalau janjian ketemu jam 9 pagi, ya tibalah jam 9 pagi. Buat mereka waktu sangat berharga. Keterlambatan dapat mempengaruhi pekerjaan mereka dan akan merugikan orang lain juga.
Aku masih ingat cerita dosenku di kelas bahasa Jepang. Pak dosen cerita kalau dia pernah dengar pengumuman di stasiun kereta listrik. Tahu apa isi pengumumannya?  “Kami mohon maaf karena kereta akan terlambat 30 detik”, itulah isi pengumumannya. Tentu kita bakal mikir: “30 detik mah ga ngefek kaleee…”. Tapi buat perusahaan kereta listrik itu, mereka menyadari bahwa keterlambatan 30 detik itu bisa merugikan orang-orang yang akan menggunakan jasa mereka, dan karena itulah mereka minta maaf.
 



Minta pertolongan ke orang-orang Jepang juga ga perlu sungkan-sungkan. Setiap kali aku minta tolong ke teman-temanku, mereka pasti bantu. O iya, contoh kasus di stasiun kereta listrik aja. Sistem kereta listirk di Jepang sangat kompleks. Bahkan orang-orang Jepang sendiri sering keliru naik kereta apa untuk menuju tempat tujuan. Aku pernah mengalami hal serupa. Mondar-mandir ke sana ke sini sampai keringatan kayak barusan olahraga. Bukan main betapa cepatnya orang-orang yang kutanyain memberikan respon. Kalaupun mereka sulit menyampaikan terutama karena masalah bahasa (harap maklum, bahasa Jepangku masih hancur kacau balau, hehehe), mereka akan menggunakan bahasa tubuh, misalnya pake jari menunjuk-nunjuk, atau dengan menggambarkan peta.

Aku juga pernah kebingungan di tengah jalan karena tersesat pas mau pergi ke sebuah acara. Aku ketemu sama dua orang gadis yang ternyata adalah mahasiswi dan mereka dengan murah hati membantuku mencari tempat acara hingga aku menemukan tempatnya. Mereka nganterin lho sampe ke tempat tujuan, padahal mereka tahu kalau aku orang asing dan mereka berdua juga ternyata barusan pulang dari bekerja paruh waktu di sebuah hotel di dekat asramaku, pasti mereka capek kan ? Dua-duanya cakep lagi, salah seorang di antaranya sepertinya campuran Jepang dan bule. Semoga ketemu dia lagi suatu saat nanti, maklum guys, masih jomblo :D, hahaha…
Jepang juga termasuk negara aman. Aku sering lihat anak-anak kecil pulang sendirian walaupun malam-malam, mungkin barusan pulang les. Mereka berjalan sendirian. Bukti bahwa Jepang merupakan negara aman buat mereka. Anak-anak kecil ini ga takut diculik, dirampok, diperkosa, atau bahkan dibunuh. Di negaraku tercinta, bapak-bapak aja yang berjalan sendirian di depan UKI, pasti kehilangan dompet karena ditodong preman :-p.
 



Tradisi yang sudah tertanam dalam diri dan mendarah daging itulah yang lebih banyak mempengaruhi gaya hidup orang Jepang. Walaupun mereka ga peduli dengan agama, tapi dalam hal bekerja dan tolong-menolong, atau kalau aku boleh bilang dalam masalah moral, mereka jauh lebih baik daripada orang beragama. Di Indonesia, yang menurut Pasal 29 UUD 1945 adalah negara yang berdasarkan Ke-Tuhan-an yang Maha Esa, masih banyak terjadi kekerasan, entah itu perampokan, penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, dll… Perampokan yang kumaksud terjadi juga di tubuh pemerintahan, dimana uang negara dirampok oleh para pejabat rakus.
Pendeta di gerejaku, yang sudah tinggal di Jepang selama lebih kurang 11 tahun, pernah bilang kalau orang-orang Jepang sulit mempercayai sebuah keyakinan, alias agama, karena mereka melihat gaya hidup orang-orang yang mengaku beragama di negara lain dan mereka membandingkan, ternyata gaya hidup orang-orang yang mengaku beragama tidak lebih baik dari mereka secara moral. Memang itu koq fakta yang aku lihat sendiri dan sebagai orang yang mengaku beragama, aku juga merasa “ditampar”. Aku menyadari bahwa hidupku sungguh-sungguh belum sepenuhnya menggambarkan orang yang sejatinya beragama, yang bermoral baik.
Tahun 2009 ini aku merenungkan kembali hidupku yang sudah kujalani selama lebih dari 25 tahun (ketahuan nih umurku, hehehe...). Sudahkah hidupku lebih baik dari sebelumnya? Atau makin hancur? Jangan-jangan gaya hidupku sama sekali tidak dapat membuat orang di sekitarku berkata: “Orang ini memang berbeda, sangat baik. Aku ingin tahu rahasianya” atau berkata: “Orang ini tidak jauh lebih baik dariku koq, untuk apa aku percaya sama apa yang dia percayai?”
Mudah-mudahan hidup kita menjadi lebih baik dan berharga di waktu yang akan datang ...
 

 





Renungan Cukup

 

Belajar Berkata Cukup


- Jawaban.com -
View: 722 times

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti
berusaha dan berkarya.

"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"

 


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas?
Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :


Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau.
Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

 

 

  

 





Dubai..Dubai

Hotel di bawah laut terbesar berada di Dubai

Satu lagi "keajaiban" yang akan dibuat oleh negara Dubai selain gedung tertinggi di dunia yang pernah kami bahas sebelumnya.
Dubai berencana akan membangun hotel di dalam air dengan kedalaman sekitar 20 meter dengan nama Hydropolis dan akan mempunyai 220 kamar yang berbentuk seperti gelembung
Pada bagian dasar hotel akan terdapat sebuah terowongan dengan panjang 515 meter yang dapat mengantar penumpang untuk melihat keindahan bawah laut dengan kereta otomatis.
Hotel ini rencananya akan selesai pada tahun 2009 dan akan "menelan" biaya sekitar US$ 600 juta.
Bila anda berencana untuk "mencicipi" suasana hotel bawah laut ini, siapkan uang anda minimal Rp. 50.000.000 per malam
Hotel bawah laut bintang 7 di Istambul

Seperti tidak mau kalah dengan Dubai yang sedang membangun Hotel di bawah laut, Istambul juga sedang memangun hotel di bawah laut yang rencananya baru selesai sekitar tahun 2010.
Hotel ini berlokasi di bekas pabrik rokok, sebuah bangunan bersejarah tahun 1930an dan akan terdiri dari 7 lantai yang semua lantainya berada di dasar laut serta semua kamar dipastikan mempunyai pemandangan bawah laut yang indah.
Hotel ini juga akan menjadi salah satu hotel yang berbintang 7 dan pastinya 100% anti air (waterproof).
Antara hotel bawah laut di Dubai dan Istambul mempunyai 2 kesamaan yaitu sama-sama di bawah laut dan harga menginapnya pasti mahal.

Gedung Burj Dubai yang hampir selesai

Masih ingat Burj Dubai yang merupakan gedung tertinggi di dunia yang ada di Dubai dengan tinggi yang mencapai sekitar 800 meter?
Ternyata pembangunan gedung ini terus dipercepat dari jadwal yang ada sehingga kemungkinan besar, gedung ini bisa ditempati sekitar 1 tahun lagi.
Berikut ini foto-foto terbaru yang diambil oleh David Hobcote melalui helikopter yang akan memperlihatkan bahwa Burj Dubai akan melakukan "topping off" dalam waktu dekat.
Lihat saja di sekeliling gedung Burj Dubai, rasanya seperti layaknya gedung liliput bila dibandingkan dengan Burj Dubai.

Spoiler for Gambar Lain Gedung:






Setelah Burj Dubai, akan ada Kingdom City dengan tinggi 1 km

Gedung tertinggi di dunia saat ini yang hampir selesai dengan nama Burj Dubai mungkin tidak akan lama menyandang gelas sebagai gedung tertinggi di dunia.
Belum lama ini, Pangeran dari Saudi, Al-Waleed bin Talal melalui perusahaannya (Kingdom Holding Company) telah mengumumkan untuk membangun gedung yang lebih tinggi dari Burj Dubai.
Dan untuk mengalahkan Burj Dubai, pangeran yang satu ini telah menyatakan bahwa gedung ini nantinya akan mempunyai tinggi lebih dari 1 km (1.000m) dan biaya yang dibutuhkan adalah sekitar 26,7 milyar (itung sendiri yah kalau dirupiahin atau dibeliin tempe goreng).
Nama proyek tersebut adalah Kingdom City yang akan dibangun di tanah seluas 23 juta meter persegi dimana nantinya terdapat perumahan, hotel dan perkantoran. Tunggu aja kapan mulai dibangun...
Gedung Tertinggi di dunia ada di Kuwait

Negara Timur Tengah sepertinya sedang berlomba-lomba untuk menjadi negara yang ter-apapun di dunia.
Setelah sebelumnya di Dubai dibangun gedung tertinggi di dunia dengan nama Burj Dubai (sekitar 800 meter), Kuwait akan "menyalip" rekor Burj Dubai dengan gedungnya yang diberi nama Burj Mubarak Al-Kabir.
Gedung yang terletak di Madinat Al-Hareer rencanya akan dibangun setinggi 1.001 meter.
Rencananya gedung tersebut akan selesai dalam waktu 25 tahun dengan biaya sekitar 85 miliar dollar (maaf, kami tidak sanggup menghitungnya dalam rupiah karena angka NOLnya terlalu banyak). Lama banget yah???

Berikut ini daftar gedung tertinggi di dunia saat ini (termasuk yang sudah "hilang") dan yang akan datang (belum termasuk Burj Mubarak Al-Kabir.
1. Burj Dubai di Dubai (+/- 800 m), selesai tahun 2008
2. Freedom Tower di New York (+/- 541 m), selesai tahun 2009
3. Taipei 101 di Taiwan (+/- 509 m), tahun 2004
4. Shanghai World Finance Center di China (+/- 492 m), tahun 2007
5. Petronas Tower di Malaysia (+/- 452 m), tahun 1998
6. Sears Tower di Chicago (+/- 442 m), tahun 1974
7. Jin Mao Tower di China (+/- 421 m), tahun 1999
8. World Trade Center di New York (+/- 417 m), tahun 1972 / 73
9. Two International Finance Center di Hongkong (+/- 415 m), tahun 2003
10. Empire State Building di New York (+/- 381 m), tahun 1931

tp sayangnya sbelum tercapai itu dubai dah lebih jago melangkah kedepannya, moga2 aja para juragan tak terkejut, ini dia ulasan sedikit tentang perkembangan dubai utk kedepannya terhadap saingan dari negara2 lainnya....

AC Towers: gedung di dubai yang "wah" tetapi ramah lingkungan

Dubai memang sedang terus membangun gedung atau bangunan yang selalu membuat orang berdecak kagum, mulai dari hotel di bawah laut, gedung yang dapat berputar.
Satu lagi gedung yang akan dibangun di Dubai dan direncanakan akan selesai dalam 5 tahun ke depan adalah gedung yang ramah lingkungan.
Salah satu bagian dari beberapa gedung yang akan dibangun adalah tower yang diberi nama AC Towers adalah gedung dengan tinggi lebih dari 100 lantai. Desain gedung dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan udara dingin yang nantinya akan disalurkan ke bagian gedung lainnya (semakin tinggi semakin rendah suhu udara).
Dengan tower yang tinggi ini maka diharapkan udara dingin yang dapat dihasilkan adalah 10° Celcius lebih rendah dibandingkan udara yang ada di sekitar sehingga juga diharapkan, gedung ini dapat menghemat energi listrik (AC) sekitar 40% - 60%.
Luas AC Towers sekitar 800.000 s/d 900.000 meter persegi dan terdiri dari hotel, tempat tinggal, tempat parkir dan tempat hiburan.
Gedung lainnya adalah diberi nama EP-09 yang berbentuk sebuah kurva, yang nantinya akan dikelilingi sebuah taman terbuka yang luas sehingga bisa menghasilkan udara yang cukup sejuk.

Pantai di Dubai yang sejuk, kok bisa?ada ACnya?

Satu lagi berita dari Dubai yang selalu bikin orang "ngiler" untuk pergi ke sana. Setelah membuat tempat ski di dalam ruangan, kali ini Dubai akan membuat sebuah pantai tidak terasa panas, terutama bila kita berjalan di atas pasir pantai yang putih.
Pantai ini akan dibangun sistim untuk menyerap panas dengan cara menanam pipa di bawah pasir pantai sehingga pasir tersebut tidak akan terasa panas dan juga membuat kipas angin besar untuk membuat para turis tetap merasa sejuk walaupun suhu udara disana mencapai 40-50 °C.

Semua sistim tersebut akan dikontrol melalui komputer, termasuk juga kolam renangnya yang akan memberikan air yang dingin atau sejuk.
Pantai ini sendiri letaknya di sebelah hotel New Palazzo Versace yang rencananya akan dibuka pada tahun 2010.

Gedung yang lantainya masing-masing dapat berputar dan ramah lingkungan di Dubai

Setelah Hotel Di Bawah Laut, Dubai juga akan membangun gedung yang menurut kami tercanggih dan juga ramah lingkungan, suatu kombinasi yang agak sulit ditemukan.
Gedung yang didesain oleh David Fisher dari Dynamic Architecture adalah gedung yang dapat menghasilkan sumber listrik sendiri melalui turbin angin yang dipasang di setiap lantai sehingga gedung ini dapat menghasilkan 1.200.000 kilowatts per jam selama 1 tahun.
Nah, itu bila kita bahas dari segi ramah lingkungan (eco friendly) dan bila dilihat dari segi arsitektur dan teknologi, gedung ini mempunyai lantai yang masing-masing dapat berputar untuk mendapatkan view yang berbeda setiap saat.
Seperti dilihat gambar kedua diatas, karena masing-masing lantai dapat berputar sendiri maka bentuk gedung pun dapat berubah setiap saat.
Nantinya gedung ini akan terdiri dari apartement (apartment), hotel, perkantoran, restoran dan lainnya.
Kapan yah bisa memiliki apartement seperti ini karena pasti menyenangkan bisa melihat pemandangan yang berbeda setiap hari.

Sekarang, papan iklan terpanjang di dunia ada di Dubai (juga) dengan panjang 1,5 km

Manusia memang tidak pernah puas, setelah sebelumnya Dubai mempunyai papan iklan terbesar di dunia dengan tinggi setara dengan gedung 33 lantai, sebuah perusahaan periklanan ADRAC, juga membuat papan iklan (billboard) terpanjang di dunia yaitu sepanjang 1,5 km.
Papan iklan ini akan terdiri dari 450 bagian yang masing masing berukuran 10 x 2m dan semuanya itu akan dijadikan satu pada sebuah papan iklan terpanjang tersebut.
Kelebihannya selain panjangnya itu, papan iklan ini juga dibuat dengan bahan daur ulang dan bahan yang bisa "hancur" dengan sendirinya bila sudah tidak diperlukan (biodegradable).
Total biaya pembuatan papan iklan ini adalah sebesar US$ 3,2 juta dan rencananya akan dibiayai oleh 100 sponsor dimana 40 sponsor yang ada merupakan sponsor utama.
Ada minat?? Jangan kuatir masih ada sisa tempat kok, siapkan saja anggaran sebesar US$ 25.000 sampai dengan US$ 200.000.

Papan iklan terbesar di dunia setinggi gedung 33 lantai di Dubailand, Dubai





PENOLAKAN ALLAH

Penolakan Allah

Matius 7:21-23

Menurut Tuhan Yesus, pintu ke surga itu sempit. Jalan yang lebih mudah dalam menjalani kehidupan ialah jalan lebar kebahagiaan duniawi yang semua arahnya menuju kepada kehancuran dan kesenangan diri sendiri. Tetapi jalan menuju hidup kekal ditandai oleh pengorbanan diri sendiri dan kerendahan hati.

Tuhan memperingatkan para pengikutNya untuk tidak diperdaya soal keselamatan mereka. Mereka yang menemukan jalan ke surga telah memberikan hati mereka kepada Yesus dan mengakui bahwa kematianNya telah membayar lunas utang dosa mereka. Hal ini penting sebab kita menemukan banyak orang yang tampaknya menapaki jalan yang sempit meskipun mereka tidak pernah membuat keputusan kepada Kristus. Mereka ini mungkin sibuk dengan kegiatan gerejawi, namun mereka telah menempatkan perbuatan di atas komitmen. Kegiatan mereka mungkin patut dipuji, seperti misalnya ikut melayani dan mendukung kegiatan misi, dan mereka masih memiliki kepercayaan yang benar. Namun tindakan dan pemikiran tidaklah selalu merupakan refleksi akurat dari jiwa dan hati mereka.

Banyak orang yang pergi ke gereja beranggapan pelayanan mereka begitu berkenan kepada Tuhan sehingga surga merupakan suatu kepastian bagi mereka. Sayangnya, mereka akan terkejut saat penolakan Allah terjadi. Saat penghakiman, Yesus akan mengatakan pada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Yesus tidak akan menerima siapapun yang telah menolak untuk diampuni atas dosa-dosanya.

Anda tentu tidak ingin berada di antara mereka yang berpikir perbuatan baik layak diganjar dengan hak untuk masuk ke surga. Menerima Kristus sebagai Juruselamat merupakan satu-satunya cara (Yohanes 14:6), dengan demikian baru Anda memperoleh kepastian, bahwa di akhir jalan sempit yang Anda tempuh sepanjang hidup menuju hadirat Allah selamanya.

Matius 7:21-23

(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"